BAB I
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Tari
Saman atau lebih dikenal dengan tarian seribu tangan merupakan
salah
satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah turun temurun menjadi
kebanggaan
bangsa Indonesia pada umumnya dan khususnya masyarakat Aceh
dan
lebih khusus lagi masyarakat Gayo.Bercerita tentang Tari Saman terlebih
dahulu
mengetahui seluk beluk dan asal usulnya.
Tari Saman merupakan warisan budaya Aceh yang
sangat dibanggakan
sampai
saat ini, tidak hanya menjadi kebanggaan Aceh saja tetapi salah satu jenis
tarian
ini sudah menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Namun
sangat ironisnya ketika masyarakat di luar Aceh hanya mengetahui bahwa
Saman
itu berasal dari Aceh secara umum. Mereka tidak mengerti secara spesifik
dari
mana Saman itu berasal, padahal Aceh sendiri terdiri berbagai macam suku
serta
berbeda adat istiadat satu sama lain. Seperti Aceh, Gayo, Alas, Tamiang,
Singkil,
dan yang lainnya di mana masih banyak kemajemukan dan perbedaan
budaya
adat dan bahasa.
Pada
dasarnya Saman berasal dari Gayo, khususnya dari dataran tinggi
seribu
bukit di Kabupaten Gayo Lues. Namun kenapa Tarian Saman Gayo ini
menjadi
brand Pemerintah Provinsi Aceh tanpa ada keterlibatan masyarakat Gayo
sendiri?
Masalah ini perlu dikaji dan ditelaah bagaimana fenomena tersebut sampai
terjadi. Gerakan
tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian
saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam,
syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali
lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan
dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini
masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui
pertunjukan-pertunjukan.
Tarian
Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, selain karena butuh suatu
kekompakan, ketepatan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, karena tarian
saman ini hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya,
seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa
Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan
semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman
biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik. Tari
saman membutuhkan keseragaman formasi dan ketepatan waktu, jadi para penari
harus memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat
membawakan tari saman dengan sempurna.
Selain
itu ada pula Kekuatan Magis yang ada dalam Gerak Tari Saman seperti Pada awal
pertunjukan tarian saman di mulai dengan persalaman. Persalaman ini terdiri
dari rengum dan salam. Rengum adalah suara bergumam dari seluruh penari. Walau
tak terdengar jelas tetapi sebenarnya mereka memuji dan membesarkan nama Allah
SWT dengan lafaz;
Hmm
laila la ho
Hmm
laila la ho
Hmm
tiada Tuhan selain Allah
Hmm
tiada Tuhan selain Allah
Bila
kita menyaksikan pementasan tarian Saman ini, kita akan terdiam seketika saat
mendengar gumaman para penari dan ikut larut bersama emosi para penarinya.
Rengum ini diucapkan dengan suara rendah namun menggema. Menggetarkan panggung
dan jiwa-jiwa penari dan penontonnya. Suasana hening langsung tercipta saat
itu. Penonton seperti diajak untuk ikut hikmat dalam mentauhidkan Tuhan.
Gerak
tarinya sendiri masih sangat terbatas dan sederhana. Kepala tertunduk dan
tangan bersikap sembah. Regum menunjukan penyerahan diri kepada Allah SWT, juga
berperan menyamakan vokal dan konsentrasi. Setelah tercipta suasana khidmat
lalu dilanjutkan dengan persalaman. Ucapan salam ditujukan kepada penonton dan
berbagai pihak dengan ucapan Assalamualaikum. lalu meminta izin untuk bermain
Saman (adab dan etika).
Setelah
persalaman barulah dilanjutkan dengan Ulu Ni Lagu. Secara harfiah ulu ni lagu
berarti kepala lagu. Namun disini lebih berarti ragam-ragam gerak tari. Dalam
babakan ulu ni lagu ini gerakan telah bervariasi, kesenyawaan antara gerak
tangan, tepuk didada – gerakan badan dan kepala. Namun gerakan masih lamban.
Suasana khidmat masih terasa disini. Bagian ini seperti pemanasan sebelum kita diajak
dalam ekstase gerak cepat Saman lainnya. Lalu yang disebut sebagai syekh dengan
suara melengking akan memberkan aba-aba pada saat akhir gerak ulu ni lagu yang
menandakan akan segera berganti gerak dan memasuki ritme cepat dengan ucapan
syair:
Inget-inget
pongku – male i guncang
Ingat
-ingat teman akan diguncang
Masuklah
kita pada babak lagu-lagu. Babak ini adalah puncak gerakan tari saman. Para
penari dituntut konsentrasi optimal dan stamina yang prima. Selain harus
bergerak cepat babak ini juga diselingi dengan vokal bersama (derek). Gerakan
yang utuh tampak pada kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun
tepukan, gerakan badan keatas-kebawah secara serentak maupun bersilang, badan
miring kekiri – ke kanan kiri serentak maupun bersilang (singkeh kuwen),
gerakan kepala mengangguk cepat maupun kepala berputar dibawah (girik), maupun
petikan jari. Diselingi gerakan lambat yang diawali ucapan syair dari syekh.
Demikian
gerakan ini berulang-ulang antara cepat dan lambat, dengan iringan beberapa
lagu. Selain penari yang terbawa dalam ekstase gerakan cepat dan
kedinamisannya, para penontonpun ikut menahan nafas mengikuti pergantian gerak
dan naik-turunnya ritme tarian. Bagai tersihir dalam gerak indah itu. Kita
semua yakin saat kita semua menyaksikan babak ini kita tak ingin mengedipkan
mata sedikitpun. Karena kecepatan dan keseragaman yang memukau itulah yang
menarik anda seakan ikut dalam irama penari yang bergerak serentak.
Lalu
kita diajak mengendorkan ketegangan dan mengembalikan pernafasan dalam babak
Uak Ni Kemuh yang berarti secara harfiah obatnya gerak. Diiringi nyanyian
sederhana dan nada rendah tidak memaksa. Apabila kondisi penari telah pulih,
dimulai gerak cepat yang diawali aba-aba oleh syekh dengan ragam gerak yang
lain. Pada saat gerak menggebu-gebu puncak, iringan vokal berhenti hanya
terlihat gerak saja. Disini tak ada suara selain suara memukul, menghentakkan
dada, tepuk tangan, meghentak paha yang di tarikan secara cepat. Anda dapat
bayangkan suasana yang tercipta saat itu. Gerak cepat tanpa vokal inilah yang
kemudian bagai menciptakan suasana magis bagi penari dan penontonnya.
Barulah
setelah itu kita akan kembali menyaksikan gerak sederhana sebagai penutup dalam
tarian saman. Dalam babak ini yang dipentingkan adalah syair, ungkapan kata,
kata perpisahan, permintaan maaf kepada penonton dan pihak-pihak tertentu.
Setelah menyaksikan tari saman secara keseluruhan kita seperti akan mendapat
kesan yang mendalam terhadap tarian ini. Bisa karena kecepatan dalam
membawakannya atau suasana magis yang kita rasa saat mengikuti setiap gerak dan
ritme tariannya.
Penari
Pada
umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi
jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga
dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan
kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi
aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa
suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan
jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan
dan menyanyikan syair-syair tari Saman.
Dalam
penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan
waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 – 12 penari, akan tetapi keutuhan
Saman setidaknya didukung 15 – 17 penari.
Kostum
atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:
Pada
kepala : bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi
disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
Pada
badan : baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang
putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait,
baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
Pada
tangan : topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna,
menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna
menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan
kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.
Karena
tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya digunakan
tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:
Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya
bertempo sedang sampai cepat
Pukulan kedua telapak tangan ke dada. Biasanya
bertempo cepat
Tepukan sebelah telapak tangan ke dada.
Umumnya bertempo sedang
Gesekan ibu jari dengan jari tengah tangan
(kertip). Umunya bertempo sedang.
Dan
nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara
menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
Rengum,
yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah
dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi.
Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang
terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang
diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
Dering,
yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
Redet,
yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari
pada bagian tengah tari.
Syek,
yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi
melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
Saur,
yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh
penari solo.
Dalam
setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu
gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak
pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian.
Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya
masing-masing.
Sejalan
kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah
semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya.
Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan
keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian
karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai
mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan
peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII
menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Dan saat ini
tepatnya pada tanggal 24 November 2011, Tari Saman telah ditetapkan sebagai
Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia oleh UNESCO pada Sidang
ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda.
Pertunjukkan tari Saman tidak hanya populer di negeri kita sendiri, namun juga
populer di mancanegara seperti di Australia dan Eropa. Dan baru-baru ini tari
saman di pertunjukkan di Australia untuk memperingati bencana besar tsunami
pada 26 Desember 2006 silam.
I.2 MASALAH PENELITIAN
masalah penelitian yang ingin kami
angkat adalah meneliti tentang bagaimana pengaruh ekstrakulikuler saman
terhadap prestasi siswa , yang di dukung dengan beberapa pertanyaan :
-
Bagaimana prestasi kamu setelah
mengikuti ekskul saman ?
-
Seberapa sering kamu latihan saman di
luar jadwal ekskul ?
-
Apakan ada kendala dalam mengikuti
ekskul saman ?
-
Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti
ekskul saman ?
-
Apakah orang tua kamu mendukung kamu
mengikuti ekskul saman ?
I.3 TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan di lakukannya penelitian ini
adalah ingin mengetahui seberapa besar pengaruh ekskul saman terhadap prestasi
siswa yang mengikuti ekskul saman.
Manfaat di lakukannya penelitian ini
adalah ingin memberikan informasi kepada para pembaca tentang seberapa besar
pengaruh ekskul saman terhadap prestasi siswa yang mengikuti eksul saman .
I.4 KERANGKA KONSEP
Tarian ini di namakan Saman karena
diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV
Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan
rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair
yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi
tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media
dakwah.
Selain
posisi duduk dan gerak badan, gerak tangan sangat dominan dalam tari saman.
Karena dia berfungsi sebagai gerak sekaligus musik. Ada yang disebut cerkop
yaitu kedua tangan berhimpit dan searah. Ada juga cilok, yaitu gerak ujung jari
telunjuk seakan mengambil sesuatu benda ringan seperti garam. Dan tepok yang
dilakukan dalam berbagai posisi (horizontal / bolak-balik / seperti
baling-baling). Gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lamban sampai
cepat (anguk) dan kepala berputar seperti baling-baling (girek) juga merupakan
ragam gerak saman. Kesenyawaan semua unsur inilah yang menambah keindahan dan
keharmonisan dalam gerak tari saman.
Karena
tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya di gunakan tangan
dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:
1. Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya
bertempo sedang sampai cepat
2. Pukulan kedua telapak tangan ke dada.
Biasanya bertempo cepat
3. Tepukan sebelah telapak tangan ke dada.
Umunya bertempo sedang
4. Gesekan ibu jari dengan jari tengah
tangan (kertip). Umunya bertempo sedang.
Dan
nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara
menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
1 Rengum, yaitu auman yang diawali oleh
pengangkat.
2 Dering, yaitu regnum yang segera diikuti
oleh semua penari.
3 Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek
yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4
Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang
tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5
Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan
oleh penari solo.
Dalam
setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu
gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak
pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian.
Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya
masing-masing. Itulah sekelumit tentang fungsi formasi, jenis gerak, asal musik
pengiring serta nyanyian dalam pertunjukan tari Saman. Semoga bermanfaat bagi
anda dalam memahami tarian Saman.
Dalam
penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan
waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 - 12 penari, akan tetapi keutuhan
Saman setidaknya didukung 15 - 17 penari. Yang mempunyai fungsi sebagai berikut
:
1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
*
Nomor 9 disebut Pengangkat
Pengangkat
adalah tokoh utama (sejenis syekh dalam seudati) titik sentral dalam Saman,
yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan maupun
syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan main (Saman Jalu / pertandingan)
*
Nomor 8 dan 10 disebut Pengapit
Pengapit
adalah tokoh pembantu pengangkat baik gerak tari maupun nyanyian/ vokal
*
Nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit
Penyepit
adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan
pengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menyepit (menghimpit). Sehingga
kerapatan antara penari terjaga, sehingga penari menyatu tanpa antara dalam
posisi banjar/ bershaf (horizontal) untuk keutuhan dan keserempakan gerak.
*
Nomor 1 dan 17 disebut Penupang
Penupang
adalah penari yang paling ujung kanan-kiri dari barisan penari yang duduk
berbanjar. Penupang selain berperan sebagai bagian dari pendukung tari juga
berperan menupang / menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus.
Sehingga penupang disebut penamat kerpe jejerun (pemegang rumput jejerun).
Seakan-akan bertahan memperkokoh kedudukan dengan memgang rumput jejerun
(jejerun sejenis rumput yang akarnya kuat dan terhujam dalam, sukar di cabut.
Sejalan
kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah
semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya.
Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan
keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian
karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai
mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan
peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII
menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Saya sebagai
anak negeri ini berharap semoga tari Saman bisa terus menggema.
I.5 METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang kami gunakan
adalah wawancara secara langsung kepada para peserta yang mengikuti ekskul
saman . Observasi .
BAB II
PEMBAHASAN
II.1. Gambaran Umum
Global
Prestasi adalah sebuah sekolah yang bertaraf National Plus yang meenggunakan
standard nasinal yang di tambah dengan taraf internasonal sehingga banyak
sekali mata pelajaran yang masih sama dengan sekolah pada umumnya. Jika di liha
melalui ekskul, Global Prestasi menyediakan banyak sekali tempat untuk
menyalurkan hobi seperti : ekskul badminton, futsal, basket, saman, dan masih
banyak lagi yang ada di Global Prestasi.
Ekskul saman di Global Prestasi sangatlah di perhatikan karena sudah banyak gelar prestasi yang di dapat oleh ekskul ini , ekskul ini beranggotakan 22 orang yang semuanya wanita tetapi jika ada sebuah perlombaan hanya ada 15 orang yang di ikut sertakan dalam perlombaan yang di ajarkan oleh kakak kelas yang merupakan senior yang diangkat sebagai ketua ekskul saman. Jadwal ekskul saman yang wajib di ikuti pada hari selasa , kamis ,dan jumat.
Ekskul saman di Global Prestasi sangatlah di perhatikan karena sudah banyak gelar prestasi yang di dapat oleh ekskul ini , ekskul ini beranggotakan 22 orang yang semuanya wanita tetapi jika ada sebuah perlombaan hanya ada 15 orang yang di ikut sertakan dalam perlombaan yang di ajarkan oleh kakak kelas yang merupakan senior yang diangkat sebagai ketua ekskul saman. Jadwal ekskul saman yang wajib di ikuti pada hari selasa , kamis ,dan jumat.
Nama-nama
anggota yang mengikuti ekskul saman antara lain ayu, yasmin, rizka, zenia,
nanik, vina, lulu, shania, balqis, marsha, laras, priska, oneal, brigieda,
nabila. Setiap lomba yang akan di adakan para anggota akan di seleksi terlebih
dahulu dan di pilih yang paling baik dalam ekskul saman , anggota yang masih
belum mahir akan di ketatkan latihannya. Jika akan di adakannya lomba ketua
ekskul saman akan memanggil seorang pemukul gendang yang sering di sebut Syekh.
Di
dalam ekskul saman terdapat bendahara yang memegang uang yang akan digunakan
untuk membayar Syehk tersebut. Global Prestasi memperlengkapi ekskul saman
dengan seragam yang di buat oleh pihak sekolah dan juga membiayai saat adanya
lomba.
II.2. Hasil Wawancara
Ini
adalah hasil wawancara dengan beberapa anggota ekskul saman .
Yasmin
Penulis : Bagaiman prestasi kamu setelah mengikuti ekskul
saman?
Yasmin : Ya prestasi saya mengalami sedikit penurunan.
Penulis : Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal eksukul saman ?
Yasmin : Dua kali ya itu jika tidak lomba tapi jika lomba saya berlatih tiap hari.
Penulis : Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Yasmin : Teman dan keluarga .
Penulis : Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Yasmin : iya mendukung.
Yasmin : Ya prestasi saya mengalami sedikit penurunan.
Penulis : Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal eksukul saman ?
Yasmin : Dua kali ya itu jika tidak lomba tapi jika lomba saya berlatih tiap hari.
Penulis : Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Yasmin : Teman dan keluarga .
Penulis : Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Yasmin : iya mendukung.
Rizka
Penulis :
Bagaiman prestasi kamu setelah mengikuti ekskul saman?
Rizka : Ya prestasi saya mengalami sedikit penurunan.
Penulis : Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal eksukul saman ?
Rizka : Dua kali ya itu jika tidak lomba tapi jika lomba saya berlatih tiap hari.
Penulis : Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Rizka : Tidak ada yang mendukung.
Penulis : Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Rizka : Lumayan
Rizka : Ya prestasi saya mengalami sedikit penurunan.
Penulis : Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal eksukul saman ?
Rizka : Dua kali ya itu jika tidak lomba tapi jika lomba saya berlatih tiap hari.
Penulis : Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Rizka : Tidak ada yang mendukung.
Penulis : Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
Rizka : Lumayan
II.3.
Analisa
-
Bagaimana prestasi kamu setelah
mengikuti ekskul saman ?
-
Seberapa sering kamu latihan saman di
luar jadwal ekskul ?
-
Apakan ada kendala dalam mengikuti
ekskul saman ?
-
Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti
ekskul saman ?
-
Apakah orang tua kamu mendukung kamu
mengikuti ekskul saman ?
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
III.1 KESIMPULAN
III.2 SARAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar