Translate

Powered By Blogger

Senin, 12 Mei 2014

contoh makalah


BAB I
PENDAHULUAN


I.1.  Latar Belakang

Tari Saman atau lebih dikenal dengan tarian seribu tangan merupakan
salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah turun temurun menjadi
kebanggaan bangsa Indonesia pada umumnya dan khususnya masyarakat Aceh
dan lebih khusus lagi masyarakat Gayo.Bercerita tentang Tari Saman terlebih
dahulu mengetahui seluk beluk dan asal usulnya.
 Tari Saman merupakan warisan budaya Aceh yang sangat dibanggakan
sampai saat ini, tidak hanya menjadi kebanggaan Aceh saja tetapi salah satu jenis
tarian ini sudah menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Namun sangat ironisnya ketika masyarakat di luar Aceh hanya mengetahui bahwa
Saman itu berasal dari Aceh secara umum. Mereka tidak mengerti secara spesifik
dari mana Saman itu berasal, padahal Aceh sendiri terdiri berbagai macam suku
serta berbeda adat istiadat satu sama lain. Seperti Aceh, Gayo, Alas, Tamiang,
Singkil, dan yang lainnya di mana masih banyak kemajemukan dan perbedaan
budaya adat dan bahasa.


Pada dasarnya Saman berasal dari Gayo, khususnya dari dataran tinggi
seribu bukit di Kabupaten Gayo Lues. Namun kenapa Tarian Saman Gayo ini
menjadi brand Pemerintah Provinsi Aceh tanpa ada keterlibatan masyarakat Gayo
sendiri? Masalah ini perlu dikaji dan ditelaah bagaimana fenomena tersebut sampai terjadi. Gerakan tarian saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian saman: Tepuk tangan dan tepuk dada. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, syeikh saman mempelajari tarian melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya. Dalam konteks kekinian, tarian ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pertunjukan-pertunjukan.
Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, selain karena butuh suatu kekompakan, ketepatan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, karena tarian saman ini hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo). Selain itu, ada 2 baris orang yang menyanyi sambil bertepuk tangan dan semua penari Tari Saman harus menari dengan harmonis. Dalam Tari Saman biasanya, temponya makin lama akan makin cepat supaya Tari Saman menarik. Tari saman membutuhkan keseragaman formasi dan ketepatan waktu, jadi para penari harus memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat membawakan tari saman dengan sempurna.
Selain itu ada pula Kekuatan Magis yang ada dalam Gerak Tari Saman seperti Pada awal pertunjukan tarian saman di mulai dengan persalaman. Persalaman ini terdiri dari rengum dan salam. Rengum adalah suara bergumam dari seluruh penari. Walau tak terdengar jelas tetapi sebenarnya mereka memuji dan membesarkan nama Allah SWT dengan lafaz;
Hmm laila la ho
Hmm laila la ho
Hmm tiada Tuhan selain Allah
Hmm tiada Tuhan selain Allah

Bila kita menyaksikan pementasan tarian Saman ini, kita akan terdiam seketika saat mendengar gumaman para penari dan ikut larut bersama emosi para penarinya. Rengum ini diucapkan dengan suara rendah namun menggema. Menggetarkan panggung dan jiwa-jiwa penari dan penontonnya. Suasana hening langsung tercipta saat itu. Penonton seperti diajak untuk ikut hikmat dalam mentauhidkan Tuhan.
Gerak tarinya sendiri masih sangat terbatas dan sederhana. Kepala tertunduk dan tangan bersikap sembah. Regum menunjukan penyerahan diri kepada Allah SWT, juga berperan menyamakan vokal dan konsentrasi. Setelah tercipta suasana khidmat lalu dilanjutkan dengan persalaman. Ucapan salam ditujukan kepada penonton dan berbagai pihak dengan ucapan Assalamualaikum. lalu meminta izin untuk bermain Saman (adab dan etika).
Setelah persalaman barulah dilanjutkan dengan Ulu Ni Lagu. Secara harfiah ulu ni lagu berarti kepala lagu. Namun disini lebih berarti ragam-ragam gerak tari. Dalam babakan ulu ni lagu ini gerakan telah bervariasi, kesenyawaan antara gerak tangan, tepuk didada – gerakan badan dan kepala. Namun gerakan masih lamban. Suasana khidmat masih terasa disini. Bagian ini seperti pemanasan sebelum kita diajak dalam ekstase gerak cepat Saman lainnya. Lalu yang disebut sebagai syekh dengan suara melengking akan memberkan aba-aba pada saat akhir gerak ulu ni lagu yang menandakan akan segera berganti gerak dan memasuki ritme cepat dengan ucapan syair:
Inget-inget pongku – male i guncang
Ingat -ingat teman akan diguncang
Masuklah kita pada babak lagu-lagu. Babak ini adalah puncak gerakan tari saman. Para penari dituntut konsentrasi optimal dan stamina yang prima. Selain harus bergerak cepat babak ini juga diselingi dengan vokal bersama (derek). Gerakan yang utuh tampak pada kecepatan gerak tangan yang menghentak dada, paha maupun tepukan, gerakan badan keatas-kebawah secara serentak maupun bersilang, badan miring kekiri – ke kanan kiri serentak maupun bersilang (singkeh kuwen), gerakan kepala mengangguk cepat maupun kepala berputar dibawah (girik), maupun petikan jari. Diselingi gerakan lambat yang diawali ucapan syair dari syekh.


Demikian gerakan ini berulang-ulang antara cepat dan lambat, dengan iringan beberapa lagu. Selain penari yang terbawa dalam ekstase gerakan cepat dan kedinamisannya, para penontonpun ikut menahan nafas mengikuti pergantian gerak dan naik-turunnya ritme tarian. Bagai tersihir dalam gerak indah itu. Kita semua yakin saat kita semua menyaksikan babak ini kita tak ingin mengedipkan mata sedikitpun. Karena kecepatan dan keseragaman yang memukau itulah yang menarik anda seakan ikut dalam irama penari yang bergerak serentak.
Lalu kita diajak mengendorkan ketegangan dan mengembalikan pernafasan dalam babak Uak Ni Kemuh yang berarti secara harfiah obatnya gerak. Diiringi nyanyian sederhana dan nada rendah tidak memaksa. Apabila kondisi penari telah pulih, dimulai gerak cepat yang diawali aba-aba oleh syekh dengan ragam gerak yang lain. Pada saat gerak menggebu-gebu puncak, iringan vokal berhenti hanya terlihat gerak saja. Disini tak ada suara selain suara memukul, menghentakkan dada, tepuk tangan, meghentak paha yang di tarikan secara cepat. Anda dapat bayangkan suasana yang tercipta saat itu. Gerak cepat tanpa vokal inilah yang kemudian bagai menciptakan suasana magis bagi penari dan penontonnya.
Barulah setelah itu kita akan kembali menyaksikan gerak sederhana sebagai penutup dalam tarian saman. Dalam babak ini yang dipentingkan adalah syair, ungkapan kata, kata perpisahan, permintaan maaf kepada penonton dan pihak-pihak tertentu. Setelah menyaksikan tari saman secara keseluruhan kita seperti akan mendapat kesan yang mendalam terhadap tarian ini. Bisa karena kecepatan dalam membawakannya atau suasana magis yang kita rasa saat mengikuti setiap gerak dan ritme tariannya.
Penari
Pada umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki. tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini juga dimainkan oleh kaum perempuan. Pendapat Lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, perkembangan di era modern menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Di sinilah peran Syeikh, ia harus mengatur gerakan dan menyanyikan syair-syair tari Saman.
Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 – 12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 – 17 penari.
Kostum atau busana khusus saman terbagi dari tiga bagian yaitu:
Pada kepala : bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies.
Pada badan : baju pokok/ baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bahagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.
Pada tangan : topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu, karena melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna-warna tersebut mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian dan keharmonisan.

Karena tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya digunakan tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:
 Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat
 Pukulan kedua telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat
 Tepukan sebelah telapak tangan ke dada. Umumnya bertempo sedang
 Gesekan ibu jari dengan jari tengah tangan (kertip). Umunya bertempo sedang.
Dan nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
Rengum, yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman (yaitu setelah dilakukan sebelumnya keketar pidato pembukaan). Rengum ini adalah tiruan bunyi. Begitu berakhir langsung disambung secara bersamaan dengan kalimat yang terdapat didalamnya, antara lain berupa pujian kepada seseorang yang diumpamakan, bisa kepada benda, atau kepada tumbuh-tumbuhan.
Dering, yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari.
Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak.
Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing.
Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Dan saat ini tepatnya pada tanggal 24 November 2011, Tari Saman telah ditetapkan sebagai Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia oleh UNESCO pada Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda. Pertunjukkan tari Saman tidak hanya populer di negeri kita sendiri, namun juga populer di mancanegara seperti di Australia dan Eropa. Dan baru-baru ini tari saman di pertunjukkan di Australia untuk memperingati bencana besar tsunami pada 26 Desember 2006 silam.




I.2 MASALAH PENELITIAN

            masalah penelitian yang ingin kami angkat adalah meneliti tentang bagaimana pengaruh ekstrakulikuler saman terhadap prestasi siswa , yang di dukung dengan beberapa pertanyaan :
-          Bagaimana prestasi kamu setelah mengikuti ekskul saman ?
-          Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal ekskul ?
-          Apakan ada kendala dalam mengikuti ekskul saman ?
-          Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
-          Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?

I.3 TUJUAN DAN MANFAAT

            Tujuan di lakukannya penelitian ini adalah ingin mengetahui seberapa besar pengaruh ekskul saman terhadap prestasi siswa yang mengikuti ekskul saman.
            Manfaat di lakukannya penelitian ini adalah ingin memberikan informasi kepada para pembaca tentang seberapa besar pengaruh ekskul saman terhadap prestasi siswa yang mengikuti eksul saman .

I.4 KERANGKA KONSEP

            Tarian ini di namakan Saman karena diciptakan oleh seorang Ulama Gayo bernama Syekh Saman pada sekitar abad XIV Masehi, dari dataran tinggi Gayo. Awalnya, tarian ini hanyalah berupa permainan rakyat yang dinamakan Pok Ane. Namun, kemudian ditambahkan iringan syair-syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT, serta diiringi pula oleh kombinasi tepukan-tepukan para penari. Saat itu, tari saman menjadi salah satu media dakwah.
Selain posisi duduk dan gerak badan, gerak tangan sangat dominan dalam tari saman. Karena dia berfungsi sebagai gerak sekaligus musik. Ada yang disebut cerkop yaitu kedua tangan berhimpit dan searah. Ada juga cilok, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sesuatu benda ringan seperti garam. Dan tepok yang dilakukan dalam berbagai posisi (horizontal / bolak-balik / seperti baling-baling). Gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lamban sampai cepat (anguk) dan kepala berputar seperti baling-baling (girek) juga merupakan ragam gerak saman. Kesenyawaan semua unsur inilah yang menambah keindahan dan keharmonisan dalam gerak tari saman.

Karena tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya di gunakan tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:
1.       Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat
2.       Pukulan kedua telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat
3.       Tepukan sebelah telapak tangan ke dada. Umunya bertempo sedang
4.       Gesekan ibu jari dengan jari tengah tangan (kertip). Umunya bertempo sedang.

Dan nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :
1   Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
2   Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
3  Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
4 Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
5 Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.

Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing. Itulah sekelumit tentang fungsi formasi, jenis gerak, asal musik pengiring serta nyanyian dalam pertunjukan tari Saman. Semoga bermanfaat bagi anda dalam memahami tarian Saman.
Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 - 12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 - 17 penari. Yang mempunyai fungsi sebagai berikut :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

* Nomor 9 disebut Pengangkat
Pengangkat adalah tokoh utama (sejenis syekh dalam seudati) titik sentral dalam Saman, yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan maupun syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan main (Saman Jalu / pertandingan)

* Nomor 8 dan 10 disebut Pengapit
Pengapit adalah tokoh pembantu pengangkat baik gerak tari maupun nyanyian/ vokal

* Nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit
Penyepit adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan pengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menyepit (menghimpit). Sehingga kerapatan antara penari terjaga, sehingga penari menyatu tanpa antara dalam posisi banjar/ bershaf (horizontal) untuk keutuhan dan keserempakan gerak.

* Nomor 1 dan 17 disebut Penupang
Penupang adalah penari yang paling ujung kanan-kiri dari barisan penari yang duduk berbanjar. Penupang selain berperan sebagai bagian dari pendukung tari juga berperan menupang / menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus. Sehingga penupang disebut penamat kerpe jejerun (pemegang rumput jejerun). Seakan-akan bertahan memperkokoh kedudukan dengan memgang rumput jejerun (jejerun sejenis rumput yang akarnya kuat dan terhujam dalam, sukar di cabut.
Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Saya sebagai anak negeri ini berharap semoga tari Saman bisa terus menggema.

I.5 METODE PENELITIAN

            Metode penelitian yang kami gunakan adalah wawancara secara langsung kepada para peserta yang mengikuti ekskul saman . Observasi .







BAB II
PEMBAHASAN

II.1. Gambaran Umum

Global Prestasi adalah sebuah sekolah yang bertaraf National Plus yang meenggunakan standard nasinal yang di tambah dengan taraf internasonal sehingga banyak sekali mata pelajaran yang masih sama dengan sekolah pada umumnya. Jika di liha melalui ekskul, Global Prestasi menyediakan banyak sekali tempat untuk menyalurkan hobi seperti : ekskul badminton, futsal, basket, saman, dan masih banyak lagi yang ada di Global Prestasi.   
            Ekskul saman di Global Prestasi sangatlah di perhatikan karena sudah banyak gelar prestasi yang di dapat oleh ekskul ini , ekskul ini beranggotakan 22 orang yang semuanya wanita tetapi jika ada sebuah perlombaan hanya ada 15 orang yang di ikut sertakan dalam perlombaan yang di ajarkan oleh kakak kelas yang merupakan senior yang diangkat sebagai ketua ekskul saman. Jadwal ekskul saman yang wajib di ikuti pada hari selasa , kamis ,dan jumat.
Nama-nama anggota yang mengikuti ekskul saman antara lain ayu, yasmin, rizka, zenia, nanik, vina, lulu, shania, balqis, marsha, laras, priska, oneal, brigieda, nabila. Setiap lomba yang akan di adakan para anggota akan di seleksi terlebih dahulu dan di pilih yang paling baik dalam ekskul saman , anggota yang masih belum mahir akan di ketatkan latihannya. Jika akan di adakannya lomba ketua ekskul saman akan memanggil seorang pemukul gendang yang sering di sebut Syekh.
Di dalam ekskul saman terdapat bendahara yang memegang uang yang akan digunakan untuk membayar Syehk tersebut. Global Prestasi memperlengkapi ekskul saman dengan seragam yang di buat oleh pihak sekolah dan juga membiayai saat adanya lomba.



II.2. Hasil Wawancara
Ini adalah hasil wawancara dengan beberapa anggota ekskul saman .
            Yasmin
            Penulis : Bagaiman prestasi kamu setelah mengikuti ekskul saman?
            Yasmin : Ya prestasi saya mengalami sedikit penurunan.
            Penulis : Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal eksukul saman ?
            Yasmin : Dua kali ya itu jika tidak lomba tapi jika lomba saya berlatih tiap hari.
            Penulis : Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
            Yasmin : Teman dan keluarga .
            Penulis : Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
            Yasmin : iya mendukung.
            Rizka
            Penulis : Bagaiman prestasi kamu setelah mengikuti ekskul saman?
            Rizka : Ya prestasi saya mengalami sedikit penurunan.
            Penulis : Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal eksukul saman ?
            Rizka : Dua kali ya itu jika tidak lomba tapi jika lomba saya berlatih tiap hari.
            Penulis : Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
            Rizka : Tidak ada yang mendukung.
            Penulis : Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
            Rizka : Lumayan
           

II.3. Analisa
-          Bagaimana prestasi kamu setelah mengikuti ekskul saman ?
-          Seberapa sering kamu latihan saman di luar jadwal ekskul ?
-          Apakan ada kendala dalam mengikuti ekskul saman ?
-          Siapa saja yang mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?
-          Apakah orang tua kamu mendukung kamu mengikuti ekskul saman ?


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
III.1 KESIMPULAN
III.2 SARAN